Taman Mini, menularkan kembali kenangan masa kecil ayah ibu naik kerta gantung!
Hari Minggu, tepatnya tanggal 23 September, kami berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah yang terletak di Timur Jakarta 😍
Bagi kami, belum lengkap rasanya di Jakarta kalau belum berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Salah satu tempat wisata hits sejak jaman dahulu dan tetap memiliki daya tarik sendiri hingga saat ini. Memang sekarang sudah banyak sekali tempat wisata baru yang lebih keren, tapi TMII menurut kami tetap tempat wisata yang cocok dikunjungi bersama anak-anak karena cukup lengkap dan banyak sekali hal yang bisa dipelajari disana. Selain itu menambah edukasi dan kecintaan berbangsa bagi anak-anak karena konsep yang mengangkat kearifan lokal nusantara sangat kental terasa.
Bagi kami yang belum berkesempatan mengajak anak anak berkeliling Indonesia, bisalah dikenalkan dulu melalui anjungan daerah yang terdiri dari 33 daerah yang dibangun mengelilingi miniatur Arsipel Indonesia. Anjungan yang terdiri dari 7 zona yaitu : Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku serta Papua ini lengkap mulai dari bentuk rumah adat yang dirancang sesuai dengan bangunan aslinya, pakaian adat, busana pernikahan, baju tari, musik dan nyanyian daerah, senjata khas perabotan rumah dan kerajinan daerah masing masing ada dipamerkan disana.
Tujuan awal kami kesana sih memang yang utamanya adalah mengajak anak anak naik kereta gantung atau cable car. Ingin melihat miniatur Indonesia dari atas yang keren itu. Teringat memory masa kecil ayah dan ibu yang dulunya pernah naik kereta gantung dan ternyata menyimpan kenangan indah tersendiri berlibur bersama orangtua (yaitu kakek neneknya anak anak ). Kereta gantung ini terdapat 3 stasiun yaitu A, B dan C. Kami naik dari stasiun C dekat lapangan parkir utara. Yap, ketika sampai kami langsung beli tiketnya karena anak anak juga sudah tak sabar ingin mencoba naik kereta gantung. Harga tiketnya sebesar Rp 40.000,- per orang saat weekdays dan Rp. 50.000,- per orang saat weekend. Usia anak 1 tahun keatas sudah harus beli tiketnya, disini ibu merasa eman yaa secara adik sudah harus beli tiketnya.. huhuhu tapi karena sudah diniatin dari lama ingin naik kereta gantungnya yaa sudah, akhirnya dibeli juga itu tiketnya. Dan yuhuuu kita langsung terbaaang mengelilingi pulau Indonesia naik kereta gantung! 😉
Dari atas, kita dapat melihat danau miniatur Arsipel Indonesia, yaitu sebuah danau yang dibuat menyerupai pulau-pulau di Indonesia yang sebenarnya. Sayangnya saat itu air di danaunya sedang surut dan biasanya ada perahu angsa yang bisa digunakan untuk mengelilingi pulaunya jadi sedang tidak beroperasi. Selain itu juga bisa melihat seluruh area yang ada di TMII dari kejauhan benar benar cantik dan bikin anak anak terpukau. Hihihi sama dengan ibunya tetap takjub meskipun dulu sudah pernah juga naik ini. Selama perjalanan, kami juga akhirnya banyak ngobrol banyak bercerita ini itu menjawab pertanyaan pertanyaan dari kakak. Sesekali kakak dan adik terlihat cemas tapi tetap menikmati. Alhamdulillah kesampaian juga ya nak, naik kereta gantungnya 😊
Setelah dari wahana kereta gantung, kami kembali ke Parkiran untuk naik mobil mengelilingi area TMII melewati anjungan daerah mengenal budaya Indonesia, melewati lapangan Tugu Api Pancasila, Teater IMAX Keong Mas, banyak Museum: Museum Purna Bhakti Pertiwi, Museum IPTEK, Museum Telekomunikasi, Museum Minyak dan Gas, Museum Listrik, Museum Transportasi, Museum Kprajuritan Indonesia, Museum Perangko, Museum Komodo dan Taman Reptil, Museum Serangga, Istana Anak-anak, Among Putro Sky World, Snowbay Water Park, Kolam Renang Sendang Sejodo, Taman Budaya Tionghoa, Museum Indonesia, Taman Burung yang dari kesemuanya itu tidak ada yang kami singgahi 😁 InsyaAllah kapan-kapan yaa kalau ada waktu dan kesempatan lagi. Ada juga Taman Bekisar (yang saat itu proses renovasi. Padahal ayah sudah berencana mampir nih ingin mengobati rasa rindu pada Saprol, jenis ayam alas / Ayam Hutan Hijau hewan peliharaan kami dulu sewaktu di Banyuwangi, hehe belum berjodoh ya kita yaaah).
Kami mampir di beberapa taman sesuai permintaan kakak. Saat melewati Taman Kaktus kakak langsung tertarik karena memang sebelumnya kak Zahra suka sekali tentang tanaman satu ini. Terdapat banyak jenis tanaman kaktus dari berbagai negara juga yang ditanam dengan baik disana. Setelah puas melihat lihat, disebelahnya ada area Pasar Seni dan ada lips yang bertuliskan "Buku Langka" spesial menyediakan koleksi buku buku langka Indonesia. Meskipun kurang tertata rapi dan semua bukunya berdebu, kami cukup menikmati juga melihat lihat koleksinya saja alias gak beli hehehe
Setelah puas di Taman Kaktus, perjalanan dilanjutkan lagi ke Taman disebelahnya yaitu Taman Apotik Hidup. Disana kami agak kecewa sih karena tanaman obat obatannya terlihat tidak terawat dengan baik. Bahkan ada yang tersisa papan namanya saja, tapi tanamannya sudah tidak ada. Eh tapi, kekecewaan kami seketika berubah setelah membaca papan nama di tanaman Sambiloto yang ternyata tanamannya masih ada tumbuh subur. Salah satu tamanan langka lho, ini MasyaAllah bisa ketemu disini 😍
Coba aja deh browsing kalau mau membeli bibitnya aja sudah lumayan mahal untuk saat ini. Bisa dibilang ini salah satu tanaman favorit ayah dan ibu karena tanaman ini sangat berkhasiat bisa dibaca-baca sendiri ya khasiatnya 😊
Ibu pun pernah memiliki pengalaman unik dan menarik seputar tanaman Sambiloto ini dan sudah merasakan juga kehebatannya jadilah ibu yang super senaaang ketemu tanaman ini.
Ibu pernah pakai Sambiloto untuk berendam spa spa cantik, duluuu yang khasiatnya sangat terasa ke tubuh. Sewaktu ayah dinas di Banyuwangi, juga sempat dapat bibitnya dan ditanam tapi karena kesalahan ibu sendiri tanaman ini akhirnya mati dan susah lagi nyarinya 😢
Setelah meminta ijin kepada petugas yang ada disana, kami diperkenankan mengambil sedikit bibit untuk dibawa pulang dan ditanam di rumah. Alhamdulillah.. semoga bisa tumbuh subur yaa 💚
Coba aja deh browsing kalau mau membeli bibitnya aja sudah lumayan mahal untuk saat ini. Bisa dibilang ini salah satu tanaman favorit ayah dan ibu karena tanaman ini sangat berkhasiat bisa dibaca-baca sendiri ya khasiatnya 😊
Ibu pun pernah memiliki pengalaman unik dan menarik seputar tanaman Sambiloto ini dan sudah merasakan juga kehebatannya jadilah ibu yang super senaaang ketemu tanaman ini.
Ibu pernah pakai Sambiloto untuk berendam spa spa cantik, duluuu yang khasiatnya sangat terasa ke tubuh. Sewaktu ayah dinas di Banyuwangi, juga sempat dapat bibitnya dan ditanam tapi karena kesalahan ibu sendiri tanaman ini akhirnya mati dan susah lagi nyarinya 😢
Setelah meminta ijin kepada petugas yang ada disana, kami diperkenankan mengambil sedikit bibit untuk dibawa pulang dan ditanam di rumah. Alhamdulillah.. semoga bisa tumbuh subur yaa 💚
Entah karena terlalu senang dapat bibit Sambiloto, kami cukup puas hanya naik kereta gantung dan berkeliling area TMII saja lalu kemudian pulang. Segitu saja hati sudah bahagiaa menikmati kebersamaan dengan yang tersayang melalui episode di Jakarta ini. hehehe InsyaAllah kapan kapan berkunjung lagi ya, karena memang rasanya sehari saja tidak cukup menikmati semua wahana yang disajikan di TMII.
Sekian cerita seru The Darlenta explore Jakarta di Taman Mini, sampai ketemu di cerita selanjutnya yaa 😀
Sekian cerita seru The Darlenta explore Jakarta di Taman Mini, sampai ketemu di cerita selanjutnya yaa 😀





Komentar
Posting Komentar