Si 5 tahun dan Java Banana Ijen Banyuwangi

Ahad pagi yang cerah kami berangkat menyusuri jalanan melewati desa-desa di Banyuwangi dengan menggunakan motor. Langit biru yang terik dengan sinar matahari yang mulai menghangat dan pemandangan hamparan sawah yang hijau sungguh memanjakan mata. Mau kemanakah kami kali ini? hehehe weekend kali ini kembali kami melanjutkan cerita explore Banyuwangi, karena alhamdulillah Allah masih memberikan nikmat sehat dan kesempatan keluarga kami tinggal disini 😊

Ooiya, sebelumnya penting ini ditulis bahwa perjalanan kami kali ini disponsori oleh rengekan kak Zahra yang sejak kemarin (sabtu) minta diajak ke "Javban kami menyebutnya alias Java Banana" lagi 😁

Memang sih kemarin ayahnya sempat menanyakan ingin kemana dan dijawab dengan semangat dan penuh binar oleh anaknya ingin kesono dan si ayahpun tak punya pilihan lain hahaa. Namun karena kemarin itu jadwalnya anak-anak posyandu dan bulan ini adalah bulan terakhir bagi kakak mengikuti posyandu. Alhamdulillah sudah lulus karena usianya sudah 5 tahun kakak.. 😊 qadarullah menjelang siang cuaca mendung diikuti hujan deras maka rencana dipindahkan hari ini.

Sejak pagi, bangun tidur kakak sudah semangat sekali mengingatkan ayahnya akan janjinya semalam hihihi ditagih ceritanya! Oke lah setelah selesai bersiap kami berangkat dengan mengucap bismillah. Perjalanan kami menggunakan motor lagi. Ya, kami memang lebih memilih motoran disini. Alasannya bisa menghirup udara pedesaan yang masih asri terjaga keindahannya, bisa mengamati dan menikmati perjalanan secara langsung tanpa terhalang kaca mobil, juga bisa langsung menyentuh apapun yang menarik perhatian selama perjalanan. Selain itu hemat juga, teteupp..

Kalau disini ada yang sudah pernah ke Java Banana Ijen, pasti lah cerita yang akan disuguhkan ini sudah hafal dan tau betul ya.. tapi bagi yang belum dan ada yang berencana berlibur kesana atau sekedar bersantai menghabiskan weekend bersama keluarga tersayang disana, bisa disimak monggo 😊

Java Banana Cafe dan Resto ini berada di lereng gunung Ijen tepatnya di Kecamatan Licin. Tempat yang asli indah banget. Suasananya nyaman dan cocok sekali untuk bersantai dengan keluarga melepaskan kepenatan rutinitas sehari-hari. Pengunjung yang datang kesana akan dimanjakan oleh adanya 4 gunung sekaligus yang membentang indah dan eksotis. Sempat cari infonya sih 4 gunung tersebut adalah gunung Ijen itu sendiri, Raung, Ranti dan Suket. Wow banget kaann 😊


Kata para pelayannya, ini merupakan cabang ketiga setelah sebelumnya ada di Bromo dan Semarang.
Selain Cafe dan Resto ada juga penginapan berupa villa yang namanya Jiwa Jawa. Tapi kami sih belum berkesempatan menginap disana 😊

Untuk sampai kesana, terdapat dua jalur yang berbeda. Bisa lewat Desa Wisata Osing Kemiren (aahh ini juga belum saya tuliskan reviewnya beberapa waktu lalu kesana) dan bisa juga lewat Desa Licin semua mengarah ke Perkebunan Kali Bendo. Nah di Kali Bendo sendiri juga banyak tempat yang bisa di explore termasuk sungainya yang jernih alhamdulillah juga sudah pernah ngajak anak-anak kesana cuma belum sempat nuliskan ceritanya (duhh PR ibu banget ini!) kapan-kapan deh yaa ceritanya. Sekarang lanjut cerita ini dulu 😉
Medan yang dilalui sih tidak begitu sulit kalau yang sudah terbiasa hiking. Tapi kalau yang baru pertama kali kayak kami dulu awal-awal kesana ketika kakak masih usia 1 tahunan sih sempat kaget juga karena jalan yang menanjak banget maklum baru main ke gunung hahaha.

Di dalam Cafe terdapat galeri pameran foto dari sang pemilik seperti keindahan alam Banyuwangi dan banyak juga foto penari Gandrung. Tau kan, Tari Gandrung adalah tarian khas Banyuwangi. Namun pengunjung hanya bisa menikmati secara langsung disana tidak diperkenankan mengambil gambar di area galeri alias gak boleh foto-foto sembarangan disana ya. Foto-fotonya sih memang keren-keren banget 😍

Di dalam juga terdapat koleksi wayang yang banyak sekaliii jumlahnya ada seratus lebih disusun di dalam ruangan ditutup kaca. Ada juga mesin penggiling kopi jadul. Sungguh eksotis.

Soal harga dari menu yang ditawarkan di cafe ini memang relatif mahal namun sebanding dengan rasa dan nuansa keindahan yang di dapatkan ketika kita berkunjung ke tempat ini. Salah satu tempat favorit keluarga #TheDarlenta nih meskipun gak bisa sering-sering juga sih kesininya 😆 kalau dihitung selama 4 tahun berdomisili di Banyuwangi, ini baru kali ketiga kami berkunjung.

Menu favorit kak Zahra adalah choco lava

Hmm enaaak banget ibu, ayah dan adik pun juga doyan sih. Ada juga menu makanan dan minuman lainnya yang juga enak-enak kok.

Setelah puas "goyang lidah" anak-anak juga puas bermain di area panggung yang sempat digunakan pada acara Jazz Gunung beberapa waktu lalu dalam rangkaian Festival Banyuwangi. Banyak hal yang mereka dipelajari tanpa mereka sadari. Mulai dari mengenal jenis tanaman baru yang belum pernah ditemui sebelumnya, bermain serangga, menyentuh air yang dingiiin dan masih banyak lagi.


Hari ini indah bagi kami, terutama bagi kakak yang sudah request ngajak kesini dalam rangka mengulang syukur telah 5 tahun kak Zahra hadir dalam kehidupan ayah ibu. Bahagia selalu yaa kak, sebagaimana kami juga bahagia diberi amanah membersamai tumbuh kembang dan belajar bersama.

Semoga suatu hari nanti yang belum pernah kesini bisa berkesempatan menikmati keindahan alam sambil menyantap hidangan yang lezat bersama orang-orang tersayang yaa ❤️


Komentar

Popular Post