Cerita WWL Zahra

πŸ’–❤πŸ’™πŸ’›πŸ’œπŸ’“πŸ’•πŸ’—πŸ’˜πŸ’žπŸ’πŸ’Ÿ

Hari ini tepat 1 bulan Zahra disapih.. kali ini perasaan ibu sudah lebih puas dan ikhlas :)
Kok begitu bu?!
Iya, karena jujur diawal proses ini ibu sempat merasa bersalah sekali (merasa terlalu cepat menyapih) di usia Zahra memasuki 26 bulan. 2 tahun 2 bulan.

Tepatnya hari senin tgl 18 Mei 2015 lalu, tiba-tiba saja ibu melakukan sounding, mengajak Zahra bicara "agak serius" kalau sekarang Zahra sudah besar, sudah umur 2 tahun lebih, katanya Zahra mau sekolah, mau punya adik di dalam perut ibu, dll..
Walaupun sounding sdh pernah ibu lakukan beberapa bulan lalu ketika akan berulang tahun yg ke 2 (tapi gagal mgkn krn Zahra dan ibu yg sebenarnya sama2 blm mau masa menyusui ini berakhir 😁)
Nah, yg kali ini setengah iseng ibu lakukan dan mulai konsisten.. Awalnya susaaah bgt! Zahra menolak menangis sejadi-jadinya,, ibu bener2 gak tegaa deh cuma ibu ingin terus mencoba konsisten.
Di 2 minggu pertama proses ini, jujur aja ibu merasa capek sekali. Capek fisik dan psikis :'(πŸ˜­πŸ˜‚
Zahra jadi suka susah bobonya. Kalau tidur siang, masih bisa disiasati dg mengajak bermain, membaca cerita, nyanyi bareng, membaca hafalan surah pendek dan doa-doa, minta dipijit, digosok sampai tanpa disadari bisa bobo sendiri.. Alhamdulillah.. Ada rasa haru saat Zahra berhasil tidur sendiri tp lagi-lagi ibu hanya ingin konsisten "mencoba" menjalani proses WWL ini . Iya mencoba karena masih belum benar-benar rela sebenernya πŸ˜‚πŸ˜‚
Cerita lain lagi kalau mau tidur malam.. Jeng jeeng πŸ˜±πŸ˜†
Lebih susaaaah membujuknya utk cepat tidur. Kebanyakan ayah berperan disini. Kalau ibu sdh merasa terlalu lelah, kadang bisa ibu yg tertidur lelap duluan. Hihihi
Ayah yg mengajaknya bermain, mulai dari main puzzle, baca cerita, dipijit, digosok, sampai main game di ipad. Tanpa ayah dan ibu sadari, Zahra sempat jadi ketergantungan gadget,, ohh 😨😭jadi susah dilarang utk berhenti liat video di youtube, malah menangis sejadi-jadinya. OKE ini PR baru yaa buat ayah sama ibu!! Dan kalau sudah begini, akhirnya terpaksa ibu memberikan "ndring"nya lagi deh biar nangisnya berhenti. Huhuu
Begituu terus sampai 1 minggu dilalui berhasil tidak menyusu kalau mau tidur siang dan beberapa hari saja di tidur malam. Ayah dan ibu jg sempat membelikan boneka kesukaan yg Zahra pilih sendiri yaitu boneka tangan RILAKUMA, sbg hadiah karena Zahra berhasil melalui proses ini selama 1 minggu 😁

Hari jumat, 29 Mei 2015 tepat hari ultah ibu. Zahra sakit demam berlangsung selama 2 hari, lalu sembuh disusul nafsu makan yg hilang tidak mau makan sama sekali dan minta digendong teruuus sepanjang hari sambil berkali-kali mengatakan "Zahra mau gendong bu, gak mau ditinggal ibu" reweel sekali saat itu sampai-sampai ibu tdk bisa melakukan sesuatu apapun maunya Zahra nempel terus sama ibu. Aahh Zahrakuu..
Ditambah lg sejak tidak enak badan itu, Zahra selalu terbangun di malam hari sambil nangiis keraas sekali. Kalau ditanya paginya, Zahra blgnya "habis mimpi, bu" ntah apa mimpinya Zahra tdk pernah menjelaskan secara detail cuma selalu diulangi "Zahra gak mau ditinggal ibu" dan terus minta gendong 😩:oops:

Minggu malam, tgl 31 Mei 2015. sepanjang hari Zahra cuma nangiss saja. Gak mau makan dan minum susu. Ditawari "ndring" nya lg juga tdk mau, dan bilangnya "Zahra sudah besar bu" hihihi lucuu yaa sudah besar tapi masih minta gendong terus, nak 😚
Tengah malamnya, Zahra terbangun lg dan minta telpon akong, mau ke rumah akong katanya..

Jadilah hari Selasa tgl 2 Juni 2015, yg kebetulan jg libur hari raya Waisak kami pulang ke Surabaya ditambah ayah cuti 3 hari. Hehehe liburan deh!!
Tapi, di Surabaya pun Zahra masih saja rewel maunya cuma digendong ibu. Gak mau makan dan minum susu. Ditawari "ndring" nya lg juga tdk mau, dan bilangnya "Zahra sudah besar bu" hihihi lucuu yaa sudah besar tapi masih minta gendong terus, nak 😚

Atas pertimbangan akong-uti dan yangti-mbahkung yg jg langsung menemui kami di Surabaya, Zahra dibawa ke dokter untuk periksa. Setelah sholat Maghrib.
Benar saja kata dokter umum di RSIA Kendangsari saat itu (krn hari libur, dr. DINI SpA dokternya Zahra tidak praktek) Zahra terkena radang tenggorokan. Kalau ini mungkin saja disebabkan Zahra yg suka sekali minum susu coklat 😣setelah diperiksa dan diberikan saran serta resep oleh dokter kondisi Zahra membaik.

Hari kamis, tgl 4 Juni 2015 Zahra berkunjung ke rumah yangti-mbahkung di Bojonegoro. Zahra sudah ceria dan benar-benar sudah tidak nangis merengek lagi minta menyusu. Kami 3 hari disana hingga Sabtu.

Hari Rabu, tgl 11 Juni 2015 tiba-tiba saja Zahra rewel lagi minta gendong terus berlangsung berhari-hari. Sampai ibu memutuskan membawanya ke dokter Dini utk sekedar konsultasi sekaligus memeriksakan kondisi Zahra. Tentunya tdk bersama ayah krn ayah harus kembali ke Banyuwangi masuk kerja.
Zahra kembali diberi resep obat karena memang msh ada radangnya. Lalu benar saja dugaan ibu, kata dr. Dini Zahra masih ingin mencari kenyamanan pasca disapih dengan minta gendong ibu terus.
Kekhawatiran ibu terjawab sudah. Memang awalnya ibu sempat tidak rela menyudahi masa menyusui, masa indah ini ( mengingat Zahra cepat sekali menerima "sounding" yg ibu lakukan-- 1 minggu berhasil tdk mau "ndring" lagi) yang akhirnya berdampak *mungkin alam bawah sadarnya menahan sebenarnya masih ingin menyusu yaa* hehehe

Satu-satunya cara yaa tetap memenuhi keinginannyan kalau lagi minta gendong sayang-sayangan.. :)
Daan sekarang, tepat 1 bulan proses ini berjalan.. Ibu sangat bersyukur kepada Allah SWT alhamdulillahirrobbilalamiin subbahanallah.. Zahra, ibu dan ayah sudah berhasil melalui ini. Zahra tidak lagi se rewel kemarin-kemarin, hanya sesekali minta dipeluk digendong sebentar 😌😚
Semoga ke depannya Zahra lebih pintar lagi ya sayang, mengatur emosinya.. Juga ibu mengambil hikmahnya agar supaya ibu lebih sabar lagi mendampingi setiap tahap tumbuh kembangmu, nak..
I love you Zahra πŸ’“
Ibu dan ayah sangat sayaaaang Zahra πŸ‘ͺ😚

Komentar

Popular Post